5. 3-8 Agustus 2020, Ujian Psikotes

Jakarta – Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) jadi sekolah kedinasan yang paling banyak diincar para pelamar sejak pendaftaran sekolah kedinasan dibuka 9 April 2019 kemarin. STAN yang berafiliasi dengan Kementerian Keuangan menjadi incaran favorit pelamar mengungguli Institut Pegawai Dalam Negeri (IPDN) hingga Politeknik Imigrasi (Poltekim). STAN sendiri membuka kuota penerimaan mahasiswa baru sebanyak 3.000 orang. Seleksi tersebut dimulai dengan ujian tertulis, lalu ujian psikotes, yang terakhir ujian kesehatan dan kebugaran. Dalam ujian tertulis pelamar akan diberikan 3 tes, yang pertama tes kompetensi dasar, tes potensi akademik, dan tes Bahasa Inggris. Nantinya, spesialisasi program studi bagi pelamar akan ditentukan lewat ujian tertulis ini. Usai ujian tertulis, pelamar yang semakin mengerucut jumlahnya akan melaksanakan ujian psikotes, dan dilanjutkan dengan uji kesehatan dan kebugaran sehari setelahnya. Pada ujian kesehatan dan kebugaran sendiri pelamar akan melewati dua tes. Pertama, pelamar akan dicek fisiknya secara keseluruhan dari atas sampai bawah, mulai dari berat badan, tekanan darah, hingga pemeriksaan mata. Usai tes tersebut pelamar akan diuji kebugaran fisiknya dengan tantangan lari mengelilingi lintasan dan shuttle run. Khusus program studi Kepabeanan dan Cukai, pelamar akan ditambah uji kebugarannya dengan beberapa tantangan pull up, sit up, dan push up. 1. 9-30 April 2019, pendaftaran online dan pembayaran biaya pendaftaran. 2. 27 Mei 2019, pengumuman jadwal dan lokasi ujian tertulis. 3. 3-13 Juli 2019, ujian tertulis. 4. 26 Juli 2019, pengumuman jadwal dan lokasi ujian psikotes. 5. 3-8 Agustus 2019, ujian psikotes. 6. 4-9 Agustus 2019, ujian kesehatan dan kebugaran. 7. 23 Agustus 2019, pengumuman kelulusan. 8. 28-30 Agustus 2019, pendaftaran ulang bagi yang diterima.

F-15, Fighter, A, Jet, Airplane, Plane

“Aku sering banget gagal psikotes. Apa karena aku nggak bisa menggambar ya? “Kalau dalam psikotes aku diminta menggambar, sebaiknya gambarku seperti apa ya? Dua pertanyaan di atas sering disampaikan oleh orang-orang yang pernah atau akan melaksanakan psikotes. Sesi psikotes umumnya terdiri dari tiga tipe tes, yaitu: tes intelijensi umum, tes kepribadian, dan tes grafis. Nah, tes grafis ini termasuk yang cukup ‘ditakuti’ oleh peserta psikotes, apalagi mereka yang merasa tidak mahir menggambar. Hal yang perlu Anda ketahui adalah: kemampuan menggambar tidak berpengaruh besar dalam penilaian tes grafis. Untuk Anda yang merasa tak pandai menggambar, tak usah khawatir. Tapi, bukan berarti Anda bisa menggambar sekenanya. Seorang teman saya bahkan ada yang berpendapat kalau tes grafis itu hanya formalitas belaka. Entah dari mana dia mendapatkan pemikiran seperti itu. Yang jelas, tes grafis merupakan salah satu komponen penting dalam rangkaian psikotes. Gambar merupakan refleksi kepribadian manusia. Prinsip ini menjadi dasar dalam tes grafis.

Tapi tunggu dulu, bukankah tulisan juga merefleksikan karekteristik manusia? Benar, tapi gambar cenderung lebih bebas manipulasi dan gambar juga memiliki lebih banyak simbol daripada tulisan. Simbol inilah yang menjadi dasar penilaian tes grafis. Jadi, tes grafis menekankan pada detail sebuah gambar, termasuk bagaimana tarikan dan ketebalan garis yang Anda buat. Berdasarkan pengalaman saya ketika memberikan instruksi tes grafis, beberapa peserta sibuk dengan kertas yang dipegangnya dan tak memerhatikan instruktur tes. Padahal, fase ini krusial karena banyak detail instruksi yang harus dipahami oleh peserta tes. Kemudian, banyak peserta tes yang berpikir terlalu lama untuk menggambar. Ingat, tes ini tidak menilai kemampuan menggambar Anda, Jadi gambarlah apa yang terlintas dalam pikiran, saat itu juga. Gambar saja sebisa Anda. Semakin spontan Anda menggambar, maka akan semakin baik hasilnya. Ibaratnya orang menulis, tulis saja apa yang terlintas dalam pikiran Anda. Biarkan editor yang mengeditnya. Dalam kasus tes grafis, biarkan psikolog yang memahaminya. Jika Anda sering mengikuti psikotes dan cukup jeli mengamati ruangan tes, umumnya ruangan psikotes bersih dari foto ataupun gambar di tembok.

Ini adalah tindakan preventif agar peserta tes tidak menjadikan gambar/foto tersebut sebagai inspirasi ketika menggambar. Asumsinya, semakin bersih ruangan dari gambar/foto, semakin orisinal gambar yang dihasilkan oleh peserta tes. Saya juga pernah mendapati peserta tes yang bingung dan melirik gambar peserta tes di sebelahnya. Yakinlah, usaha itu sama sekali tidak ada gunanya. Malah hanya akan menghabiskan waktu saja. Kembali pada prinsip awal, gambarlah bentuk yang Anda pikirkan (tentunya sesuai dengan instruksi pemberi tes), apakah itu gambar pohon atau gambar manusia. Hasil tes grafis biasanya digunakan oleh psikolog sebagai pembanding dalam tahap wawancara. Tipe kepribadian, motivasi, cara berpikir, dan gaya bersosialisasi adalah beberapa hal yang bisa dilihat melalui tes grafis. Pola ini akan semakin terungkap dalam sesi wawancara. Psikolog akan mengungkap makna di balik gambar/simbol yang Anda goreskan. Semakin kompleks gambar yang Anda buat, akan semakin banyak pula hal yang diungkap dalam diri Anda. Sebenarnya, habitat asli tes grafis adalah dunia psikologi klinis dan biasa digunakan untuk mendeteksi masalah kejiwaan. Dalam dunia industri dan organisasi, tes grafis biasanya digunakan secara praktis untuk menyesuaikan karakter peserta tes dengan budaya organisasi. Jadi, jika Anda sering gagal dalam psikotes/tes grafis, jangan buru-buru berpikir Anda mengalami masalah kejiwaan. Bisa jadi karakter Anda memang tidak cocok dengan budaya perusahaan. Mungkin Anda termasuk orang yang high achiever, tapi perusahaan yang Anda lamar adalah perusahaan kecil dan tidak terlalu profit oriented. Atau sebaliknya, karakter Anda terlalu pasif, padahal perusahaan menginginkan orang yang mandiri dan penuh inisiatif. Oya, sebaiknya cukupkan waktu istirahat sehari sebelum mengikuti psikotes. Tidak perlu memaksakan diri mempelajari isi buku pedoman psikotes yang sekarang memang banyak di jual di toko buku. Pastikan tubuh Anda segar di hari psikotes, supaya bisa memahami instruksi dengan tepat dan menampilkan karakter diri Anda yang sesungguhnya.

Contoh Soal Psikotes – Tes psikotes merupakan salah satu tahapan seleksi kerja yang wajib anda ikuti ketika anda sedang melamar pekerjaan di sebuah perusahaan. Banyak orang yang takut ketika menghadapi pisikotes dikarenakan memang tes ini merupakan tes yang cukup sulit bagi sebagian orang. Anda mungkin termasuk salah satu orang yang pernah menghadapi tes psikotes dan gagal. Namun, jangan berkecil hati dahulu, karena banyak juga orang yang harus beberapa kali gagal dalam menjalani tes ini baru kemudian mereka bisa lolos. Kabar baiknya adalah psikotest ini bisa anda pelajari. Mereka yang berkali-kali gagal dan kemudian berhasil lolos, dikarenakan mereka mau mempelajari dan berlatih mengerjakan soal-soal psikotes sebelum waktu test tiba. Nah, di artikel ini anda akan mempelajari berbagai jenis soal tes psikotest beserta contoh soal dan jawabannya. Selain itu, anda juga akan mempelajari beberapa tips dalam menjalani psikotest baik sebelum, saat psikotest maupun sesudah psikotest berlangsung. Dan sebagai penutupnya, ada sebuah saran berharga dari seorang profesional di bidang perekrutan karyawan bagi anda yang sangat ingin lolos sikotes. Psikotes merupakan alat atau sarana bagi psikolog untuk dapat memahami secara utuh berbagai aspek psikologi individu agar dapat memberikan gambaran (profil psikogram) setiap individu yang mengikuti tes tersebut.

You Might Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *