Adapun, Psikotes Akan Menggunakan Sistem Computer Assisted Test (CAT)

Aircraft, Model, ModellingJakarta – Politeknik Keuangan Negara (PKN) Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) telah mengumumkan daftar peserta yang berhak mengikuti ujian psikotes, kesehatan, dan kebugaran. Pengumuman PKN STAN tersebut dirilis dalam Surat Pengumuman Nomor PENG-85/PKN/2019 pada 30 Juli kemarin. Dijelaskan, nama peserta yang tercantum dalam lampiran telah memenuhi ambang batas Seleksi Kompetensi Dasar (SKD), Tes Potensi Akademik (TPA), dan Tes Bahasa Inggris (TBI). Daftar peserta ujian tersebut terdiri dari jurusan PKN STAN, D-III Akuntansi, D-IV Akuntansi, D-III Pajak, D-III PBB/Penilai, D-I Pajak, D-III Kepabeanan dan Cukai, D-I Kepabeanan dan Cukai, Publikasi BC, D-III Kebendaharaan Negara, D-III Manajemen Aset, D-I Kebendaharaan Negara. Ujian psikotes, kesehatan, dan kebugaran PKN STAN akan dilaksanakan pada 24-31 Agustus. Adapun, psikotes akan menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT). Untuk ujian kesehatan akan meliputi pemeriksaan tinggi, berat badan, tekanan darah, nadi, buta warna, varises, kulit, mata, gigi dan mulut, hemoroid, THT, jantung, paru-paru, perut, hati atau limpa, kelenjar getah bening, anggota gerak, dan penilaian sikap. Sedangkan, ujian kebugaran untuk jurusan Kepabeanan dan Cukai laki-laki meliputi lari 12 menit mengelilingi lintasan, pull up, push up, sit up, dan shuttle run. Untuk perempuan lari 12 menit mengelilingi lintasan, chinning, push up, sit up, dan shuttle run. Sementara, ujian untuk peserta calon mahasiswa selain jurusan Kepabeanan dan Cukai PKN STAN, yaitu lari 12 menit mengelilingi lintasan dan shuttle run.

Pilot Boat, Port, Island, Baltic SeaAbdullah Hasan adalah juara tinju kelas ringan. Abdullah Hasan adalah pegawai Bank Andalas. Seorang juara belum tentu sportif dalam bertanding. Semua ilmuwan selalu memiliki wawasan yang luas. Ilham seorang ilmuwan yang tidak suka membaca. Ilham seorang ilmuwan yang tidak suka memiliki wawasan luas. Walaupun tidak suka membaca Ilham memiliki wawasan yang luas. Semua ilmuwan tidak suka membaca. Membaca tidak menambah wawasan seorang ilmuwan. Latihan psikotes kemampuan verbal – sinonim (persamaan/padanan makna/kata) ditujukan untuk mengukur tingkat kewaspadaan dan kecermatan terhadap suatu indikasi yang sama/mirip, sekaligus mengukur wawasannya. Salah satunya, bahwa seseorang akan lebih cepat, lebih efektif, dan lebih efisien dalam mengambil keputusan/kebijakan; ketika dihadapkan pada permasalahan yang memiliki prinsip serta tipe yang sama dengan permasalahan yang pernah dihadapinya. Pilihlah satu jawaban yang merupakan sinonim atau persamaan/padanan kata/makna yang paling tepat terhadap soal/kata yang diberikan. Kemudian, kotak di depan nomor soal, diisi dengan huruf a, b, c, atau d sebagai pilihan jawaban anda. Kerjakan yang mudah terlebih dulu dengan cepat dan teliti.

Waktu yang diberikan adalah 15 menit. Bila waktunya sudah 15 menit, segera berhenti. Selanjutnya silakan klik “Lihat Hasilnya (Kunci Jawaban)”, dan anda akan mengetahui nilai/hasilnya, serta jawaban yang SALAH dan BENAR. Positif b. Abnormal c. Kesepakatan b. Keadaan c. Keuangan b. Laporan c. Persamaan b. Kelembagaan c. Percepatan b. Kecepatan c. Hubungan b. Ukuran c. Kelebihan b. Perimbangan c. Pencarian b. Penyimpangan c. Simpangan b. Gabungan c. Penderma b. Penerima c. Bertujuan b. Berpeluang c. Berhemat b. Menyederhanakan c. Pendayagunaan b. Pengumuman c. Perluasan b. Pendidikan c. Ambang Batas b. Kesetaraan c. Obat b. Penyembuhan c. Pengumuman b. Penyamarataan c. Obat b. Jenis c. Perkawinan b. Beraneka ragam c. Sejenis b. Meniru c. Tersirat b. Terbuka c. Wartawan b. Instruktur c. Penggolongan b. Perpaduan c. Pertentangan b. Perpecahan c. Pendaftaran b. Titipan c. Pemurnian b. Penggabungan c. Persekongkolan b. Persaingan c. Peraturan b. Pertimbangan c. Moderat b. Ekstrim c. Perbaikan b. Lingkungan c. Dukungan b. Sumbangan c. Rencana b. Pemikiran c. Menyatukan b. Memperbaiki c. Ternama b. Dapat dipercaya c. Cabang b. Pramuka c. Stabil b. Bergerak c. Berhaluan keras b. Anti Penindasan c. Mustahil b. Mungkin c. Berusaha b. Juara c. Masa lalu b. Kerangka berpikir c. Swasta b. Pegawai c. Penyesuaian rencana b. Kenyataan c. Senin sampai Jumat b. Sabtu Minggu c. Konspirasi d. Sejalan b. Tanda c. Kejahatan b. Persekutuan c. Berhubungan b. Bersatu c. Peringatan b. Peristiwa c. Tiruan b. Silang gen c. Gaib b. Terjangkau c. Penilaian b. Akademik c.

Manfaat lain wawancara adalah melengkapi data yang terlupakan atau tidak tertulis secara lengkap. Misalnya, sudah pernah mengalami psikotes atau belum. Kalau sudah, berapa kali? Mungkin juga minat ataupun gaji yang diinginkan. Yang terakhir, manfaat wawancara yaitu untuk membuat keputusan. Dari hasil pemeriksaan psikologi tertulis dan wawancara, dibuatlah kesimpulan, apakah calon ini memenuhi syarat seperti job description yang diberikan oleh perusahaan atau tidak. Terkadang ada psikotes yang tidak menggunakan wawancara. Semua itu tergantung tujuan pemeriksaan, ketersediaan data yang mungkin sudah lengkap, serta tidak begitu mensyaratkan penampilan atau postur. Misalnya, bila yang diperlukan operator komputer, yang penting dia bisa komputer dan inteligensinya cukup. Banyak calon karyawan gagal dalam psikotes, termasuk di dalamnya wawancara. Sesungguhnya, hasil pemeriksaan psikologi bersifat rahasia, dalam arti tidak setiap orang dapat menerjemahkan dalam bahasa sehari-hari. Jadi, yang berhak adalah psikolog yang berkompeten. Hal itu berbeda dengan tes kesehatan, di mana jenis kegagalan dapat disebutkan dengan jelas dan biasanya dapat pula dilihat.

Sementara hasil psikotes masih merupakan data kasar berupa angka-angka sehingga perlu dijelaskan dalam bahasa awam oleh psikolog, untuk dijadikan data kualitatif. Pada dasarnya psikotes bukan ujian. Psikotes tidak mengukur prestasi melainkan potensi dasar setiap individu. Dalam tes prestasi ada materi yang dapat dipelajari, misalnya bahasa Inggris. Bila seseorang mendapat nilai B dalam pelajaran itu, berarti penguasaan materi Bahasa Inggrisnya baik. Sedangkan psikotes mengukur potensi dasar yang dimiliki tiap individu. Seseorang yang memang pada dasarnya cerdas, dites seperti apa pun tetap akan baik hasilnya. Asalkan dia serius pada saat mengerjakan dan tidak terganggu konsentrasinya sehingga dapat bekerja secara optimal. Untuk mengurangi risiko gagal, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan. Yang pertama, penampilan fisik. Perhatikan dengan saksama apalagi bila profesi yang akan dimasuki mensyaratkan penampilan menarik – seperti pramugari, teller bank, atau sekretaris. Sedangkan tentara/polisi lebih menitik-beratkan pada postur ideal antara tinggi dan bobot badan, serta ada persyaratan minimal tinggi badan. Perhatikan juga cara berpakaian, sebaiknya sesuaikan dengan situasi dan suasana. Misalnya, dalam wawancara untuk calon pramugari sebaiknya tidak mengenakan pakaian yang tidak selayaknya, seperti celana panjang berbahan jins.

You Might Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *