Apa Saja Manfaat Dari Pelaksanaan Tes Psikotes?

Tes psikotes adalah sebuah jenis tes yang dilaksanakan oleh tim penguji atau psikolog. Tujuan dari tes psikotes adalah untuk mengetahui kondisi psikolog atau karakter seseorang. Pelaksanaan tes psikotes dilakukan biantara rentetan kegiatan seleksi pegawai atau karyawan. Tes psikotes ini sudah sangat luas jangkauannya dan hampir dilaksanakan di seluruh negara. Tes psikotes ini dilaksanakan sebagai upaya untuk mengetahui dengan mengenali kepribadian seseorang lebih jauh. Karena manfaat tes psikotes yang cukup luas, maka hampir seluruh perusahaan besar akan menerapkan pola dan teknik tes psikotes yang berbeda. Tes psikotes yang dilaksanakan pastinya akan disesuaikan dengan bidang kerja yang hendak di lakukan. Bidang kerja yang banyak menjadi target adalah bidang pendidikan, bidang penelitian, bidang industri, bidang militer, dan bidang yang lainnya. Untuk memperdalam pengetahuan dan wawasan kita mengenai tes psikotes, alangkah baiknya jika kita mengetahui beberapa manfaat dari pelaksanaan tes psikotes. Apa saja manfaat dari pelaksanaan tes psikotes? Tes psikotes akan lebih mempermudah untuk mengetahui kepribadian yang belum diketahui pada diri seseorang.

Hal tersebut dikarenakan untuk mengetahui sebuah kepribadian dari seseorang akan sulit dilakukan baik pada saat wawancara ataupun kegiatan pengamatan yang lainnya. Dengan khusus melaksanakan tes psikotes, maka kepribadian seseorang akan lebih mudah diukur. Psychodynamic dari seseorang bisa lebih mudah untuk di ketahui, tentunya dengan menggunakan jenis soal terbentuk pada pelaksanaan tes psikotes. Tes psikotes juga bisa digunakan untuk mengetahui kondisi kejiwaan dari seseorang. Seseorang yang mengalami gangguan kejiwaan atau tidak akan dengan mudah diketahui dari proses pelaksanaan tes psikotes. Tes psikotes diharapkan bisa berjalan dengan lancar guna mengetahui kondisi dan karakter dari seseorang secara umum sampai dengan khusus. Selain itu, tes psikotes juga diharapkan bisa menjadikan sebuah ajang seleksi dan sekaligus ajang promosi bagi sebuah perusahaan psikolog. Hasil dari tes psikotes yang dilaksanakan oleh psikolog nantinya akan di berikan ke sebuah perusahaan yang sebelumnya mempercayakan pelaksanaan tes psikotes kepada mereka. Hasil dari tes psikotes tersebutlah yang nantinya akan digunakan oleh perusahaan sebagai dasar untuk menerima atau menolak calon karyawan yang bersangkutan. Bagian filtering pada sebuah perusahaan yang nantinya akan memutuskan apakah menerima atau menolak calon karyawan yang sudah di test adalah pada bagian kepegawaian atau sering disebut dengan istilah HRD (human resource development departement). Dengan menggunakan dasar dari laporan hasil tes psikotes, maka bagian HRD juga bisa berperan untuk memposisikan karyawan atau pegawai sesuai dengan kepribadian yang mereka miliki. Disamping itu, memindahkan posisi kerja di perusahaan juga bisa dilaksanakan berdasarkan hasil tes psikotes. Demikianlah sedikit informasi mengenai manfaat dari pelaksanaan tes psikotes yang bisa diambil. Semoga saja, perusahaan besar akan bisa mendapatkan karyawan atau pegawai yang terbaik berdasarkan hasil tes psikotes. Terima kasih dan salam sukses untuk anda.

Sebelomnya istirahat dulu ceunah mah. Hmm kok enak yaa bisa istirahat dulu, iri gue mas, haha. Blom beres ngerjain si mas-mas tadi juga dipanggil buat wawancara. Akhirnya gue beresin dah tuh soal yang di depan gue yang dari tadi kaga beres-beres padahal soal cuman segitu doang. Mikirnya yang kelamaan, karna gue gatau konten strategi itu apaan, haha. Yowes mengarang indah jadinya dah itu, asal masih nyambung-nyambung ke konten-konten sama strategi lah pokonya lah gue jawabnya. Maklum bukan anak marcom yang mungkin belajar gituan juga. Sampe ditagih sama ibu-ibu yang ngasih soalpun gue belom beres masa. Ckck, lama yaa, haha. Maapin bu. Beres dari ngerjain soal, gue dipanggil lagi buat interview yang kedua. Ternyata kali ini ama user. Tapi tetep, Pak Aldy-nya ada di ruangan itu juga. Usernya ada 2. Satu mbak-mbak, satu lagi mas-mas. Pak Aldy di awal gue wawancara tadi. Seputar CV juga tetep ditanyain. Seputar social media. Apa aja yang pernah dipake, kalo ditwitter pake apa aja aplikasi lainnya.

Tau ini-itu ga. Ya lebih seputar social media lah. Gue ceritain aja kalo pas kuliah gue sampe pernah disebut “infoDena” gara-gara keseringan ngetweet curhat sama ngetweet beberapa info seputar kuliah. Sampe dibilang udah kayak sekre (red: sekretariat). Ya pokonya pengalaman gue make social media lah gue ceritain disitu sampe alesan kenapa mau masuk socmed specialist. Trus komitmen juga tetep ditanyain. Sampe jobdesc juga. Sampe passion gue juga ikut ditanyain. Sebenernya waktu itu gue agak idealis sih, padahal mah lagi nyari kerja ya, malah sok idealis lagi, ckck. Gue kekeuh pokonya passion gue di jurnalis, gue pengen jadi jurnalis, gue pengen jadi produser nanti kedepannya. Social media itu sebagai hobi gue. Sampe ditanya, “menurut kamu social media ini termasuk jurnalis ga? ”, ya pokonya ada di kalian masing-masing yaa. Soal pendapat gada yang salah kok, haha. Nah interview ini rasanya agak lebih lama dari yang sebelomnya, soalnya yang nyecer pertanyaan ada 3 orang. Beres gue interview gantian si Arum.

You Might Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *