Contoh Soal Psikotes Terlengkap

Aircraft, Double Decker, FlyingPsikotes atau lebih dikenal dengan Tes Psikologi (Psychological Test) menjadi hal yang sangat misterius bagi lulusan baru maupun anda yang sudah berkali-kali gagal mengikuti tes ini. Banyak yang pasrah terhadap keberuntungan saat berhadapan dengan psikotes. Banyak sekali pertanyaan yang ada dibenak anda seputar psikotes yang tidak pernah terjawab baik oleh perusahaan tempat anda melamar maupun para ahli psikotes itu sendiri. Area abu-abu inilah yang sengaja dibiarkan oleh psikolog untuk memudahkan pihak perusahaan dalam melakukan justifikasi terhadap hasil psikotes calon karyawan. Jika anda lulusan universitas paling terkenal sekalipun bukanlah sebuah faktor penentu lulus atau tidaknya dari psikotes. Begitulah yang saya alami selama beberapa kali mengikuti psikotes di berbagai perusahaan besar. Inilah beberapa hal yang selalu menjadi pertanyaan para calon pegawai setiap kali menghadapi psikotes yang telah saya rangkum, berdasarkan pengalaman saya dalam mengikuti seleksi penerimaan pegawai, baik di perusahaan perbankan, perusahaan swasta nasional, ataupun perusahaan BUMN. Apa saja jenis psikotes penerimaan pegawai?

Dari ke 11 model psikotes, mana yang paling berpengaruh/tinggi pointnya? Tidak ada skala prioritas pada model psikotes, semua memiliki bobot penilaian yang sama. Jadi alangkah baiknya jika Anda tidak ‘menganaktirikan’ atau ‘menganakemaskan’ model psikotes tertentu saat proses pengerjaannya. Apakah psikotes bisa dipelajari? Tidak ada suatu hal yang tidak bisa dipelajari, termasuk psikotes. Karena soal psikotes dari tahun ke tahun adalah sama, dan setiap institusi menggunakan sumber yang sama, yaitu materi psikotes dari Fakultas Psikologi Universitas Indonesia. Anda hanya cukup meluangkan waktu sejenak untuk berlatih mengerjakannya dengan tepat (jika perlu dihapal). Memang, untuk model Kreaplien/Pauli Test dan Army Alpha Intelegence Test tidak bisa dihapal dan hanya bisa diukur pada saat tes berlangsung, karena faktor mental dan ketahanan konsentrasi dari peserta psikotes memegang peran penting dalam model psikotes ini. Apakah psikotes mengenal Benar dan Salah? Untuk model psikotes tertentu seperti Logika Aritmatika, Logika Penalaran, Analog Verbal, Army Alpha Intelegence Test dan Adkudag V, dan Pasangan & Deret Gambar, Anda dituntut untuk menjawab dengan benar soal sebanyak-banyaknya.

Namun, untuk model psikotes Kreaplien/Pauli Test, Wartegg Test, Draw A Man Test (DAM Test), dan Baum (Tree Test), tidak ada benar dan salah terhadap jawaban Anda. Yang ada hanyalah kesesuaian jawaban Anda (yang mencerminkan potensi Anda) dengan posisi/jabatan yang ditawarkan perusahaan. Apa bedanya menjumlah dari bawah-atas dan atas-bawah pada Tes Kraeplien/Paulin? Tes Kreaplien/Paulin merupakan model psikotes yang terdiri atas deretan angka-angka, yang harus Anda jumlahkan dalam waktu tertentu. Bagaimana trik mengerjakan Tes Kreaplien/Paulin? Jangan habiskan energi Anda pada saat-saat awal tes dimulai karena Tes Kreaplien/Paulin akan belangsung dalam waktu lama, yaitu sekitar 45 menit. Sehingga jika Anda terlalu terfokus di waktu awal, maka energi Anda akan berangsur-angsur habis dan berakibat menurunnya grafik penjumlahan Anda. Misalnya di waktu awal tes Anda bisa menjumlahkan hingga 50 angka, namun di akhir masa tes Anda hanya bisa menjumlahkan hingga 20 angka. Hal ini bisa dibaca sebagai ‘Anda adalah calon pegawai yang kurang mampu bekerja dalam tekanan’.

Hindari menggunaan pensil mekanis saat mengerjakan tes model ini, melainkan gunakan pensil yang diraut 2 sisi atau gunakan ballpoint. Karena pada tes model ini, waktu sangatlah berharga. 2 detik yang Anda butuhkan untuk memanjangkan (reload) granit pada isi pensil mekanik, akan menghilangkan kesempatan Anda menjumlahkan 3-4 bilangan dalam deret Kreaplien/Paulin. Bagaimana seharusnya mengerjakan Warteg Test? Urutan menggambar sebaiknya Anda kombinasikan antara urut sesuai nomor dan acak. Misalnya urutan 1,2,3,4 kemudian dilanjut dengan 8,7,6,5. Ini cara paling aman untuk semua posisi jabatan yang ditawarkan dalam lowongan kerja. Karena apabila anda menggambar berdasarkan urutan 1,2,3,4,5,6,7,8 anda dipandang Divisi HRD sebagai orang yang kaku/konservatif. Penyelesaian model ini biasanya dibutuhkan untuk posisi jabatan pekerjaan rutin, menuntut ketelitian dan tidak membutuhkan improviasi. Sedangkan apabila anda menggambar secara acak misalnya 5,7,6,8,3,2,4,1 anda akan dipandang HRD sebagai orang yang terlalu kreatif dan inovatif. Penyelesaian model ini biasanya dibutuhkan untuk posisi jabatan pekerjaan yang membutuhkan kebebasan berkreasi, dan daya imaginasi tinggi.

Kalau anda ber-gender lelaki jangan mulai dengan nomor 7, karena beberapa anggapan menyebutkan hal ini berpengaruh terhadap orientasi seks anda. Apa yang harus saya gambar pada Draw A Man Test (DAM Test)? Tidak ada acuan khusus mengenai hal ini. Namun, berdasarkan beberapa informasi dan pengalaman saya, alangkah baiknya bila Anda bisa menggambarkan orang secara utuh (posisi badan menghadap ke depan) saat sedang beraktifitas, lengkap dengan penjelasan usia, jenis kelamin, dan jenis pekerjaan. Bagaimana mengerjakan psikotes menggambar pohon yang benar? Tidak ada acuan khusus mengenai hal ini. Bagaimana menjawab soal pada Edwards Personal Preference Shedulue (EPPS). Tes ini terdiri atas 225 soal dengan jawaban yang dikehendaki adalah yang paling sesuai dengan kepribadian Anda. Dari puluhan soal yang diajukan tersebut, beberapa diantaranya akan dimunculkan berulang, untuk meng-cross check kebenaran jawaban Anda. Saya suka mengelakkan tanggung jawab dan kewajiban. Disini Anda harus menjawab ‘a’, karena memilih menyukai menonton video porno adalah masalah Anda dengan Tuhan, sedangkan mengelak dari tanggung jawab dan kewajiban akan berdampak pada produktifitas kerja perusahaan. Apakah yang dimaksud dengan Adkudag V Test? Adkudag V merupakan salah satu model dari 11 jenis psikotes yang bertujuan menggali potensi dan wawasan pengetahuan umum dari calon pegawai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *