Download Soal Psikotes Dan Tips Menghadapi Psikotes

Hai akhirnya setelah beberapa pekan tidak menulis, ada niat juga akhirnya untuk menulis. Tulisan saya kali ini merupakan tindak lanjut artikel saya beberapa tahun lalu perihal Tes Psikotes Kuliah Kelas Kerjasama PT PLN dimana banyak komentar bahwa contoh soal psikotest yang gagal untuk di download. Selain itu mungkin dalam artikel yang berjudul Download Soal Psikotest dan Tips Menghadapi Psikotest ini akan menjelaskan sedikit rinci terkait item tes yang menurut saya sangat penting dan utama. Contoh soal psikotest ini setelah saya baca-baca hampir semuanya diujikan dalam psikotest seleksi penerimaan mahasiswa kelas kerjasama PT PLN (Persero). Namun tidak menutup kemungkinan (dan saya cukup yakin) perusahaan-perusahaan BUMN lainnya pasti mengujikan item uji psikotest yang identik dengan contoh soal psikotest ini. Kalian tahu tidak apa sih Psikotes itu? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesi (KBBI) Psikotes adalah prosedur pemeriksaan yang telah mengalami pembakuan, yang dimaksudkan untuk menyelidiki dan menetapkan sifat-sifat psikis khusus individu; pengujian mental: seleksi kedua ialah wawancara dan — untuk menjajaki kemampuan belajar.

PSIKOTEST IST - TES KEMAMPUAN RUANG (BESERTA JAWABANNYA ...

Pengertian lain dari psikotes merupakan serangkaian tes yang dilakukan oleh Psikolog (profesional) atas permintaan klien (individu atau organisasi) untuk memberikan gambaran utuh tentang aspek-aspek psikologis seseorang sesuai dengan kebutuhan dan keperluan klien. Psikotes sebenarnya bukan ujian, karena itu tidak benar kalau dikatakan tidak lulus ujian psikotes; karena yang dilakukan oleh Psikolog adalah meminta respon atas pernyataan/pertanyaan yang diberikan kepada individu sesuai dengan keadaan yang sesungguhnya orang yang bersangkutan. Respon tersebutlah yang dijadikan indikator untuk memberikan gambaran profile setiap individu yang mengikuti tes. Kalau begitu, mengapa ya ada yang tidak “lolos” dalam Psikotes? Jadi begini, setiap kali klien yang meminta psikotes (Perusahaan) biasanya menentukan standar ‘norma’ atau minimal didiskusikan dengan klien tersebut ‘norma’ yang menjadi acuan bagi Psikolog dalam menentukan batas “kelolosan” tersebut. Dalam hal ini bukan psikolog yang menentukan ‘norma’ tersebut; Psikolog hanya membantu klien (Perusahaan) memetakan individu sesuai dengan standar norma tersebut, apakah masuk dalam kategori ‘biru, kuning, atau merah’. Pertanyaan selanjutnya, jadi apa ya yang diukur dalam Psikotes?

Psikotes mengukur segenap kompetensi yang ada dalam diri individu. Oleh karena itu biasanya ‘norma’ ditentukan berdasarkan posisi dimana individu tersebut akan ditempatkan, atau peran apa yang akan dilakukan oleh orang tersebut. Dengan demikian sebenarnya yang dilakukan oleh Psikolog adalah membantu pihak manajemen dalam melakukan ‘the right man on the right place’ atau ‘job-fit’. Oleh karena itu teman-teman tak perlu kecewa kalau tidak ‘lolos’, karena kesemua tes yang diberikan adalah menggambarkan kemampuan dan kompetensi teman-teman sesuai dengan respon yang kalian berikan. Yang perlu dilakukan adalah introspeksi diri, karena mungkin selama ini kalian belum memahami diri kalian secara seksama. Lalu apa yang perlu diperhatikan atau tips dalam menghadapi Psikotes ini? 1. Psikotes bukan merupakan ujian, maka sebenarnya teman-teman tidak perlu belajar mengerjakan tes atau bahkan kursus kilat untuk ikut psikotes. Yang diperlukan adalah kesiapan mental dalam mengikuti psikotes; karena keselurahan tes yang diberikan adalah untuk menggambarkan kepribadian kalian secara keseluruhan, maka ketika kalian nyontek atau tidak konsen pada waktu psikotes akan mempengaruhi gambaran diri kalian. 2. Sebelum psikotes, sebaiknya teman-teman istirahat yang cukup, karena psikotes biasanya memerlukan waktu yang lama dan cukup melelahkan (pengalaman saya seharian dari pagi sampai sore).

Pada dasarnya tes yang diberikan merupakan keadaan sehari-hari yang kalian jumpai, namun karena waktunya yang terbatas itulah yang melelahkan. Ingat ritme emosi kalian dalam mengerjakan tes juga akan tergambar dalam hasil psikotes kalian. Penjelasan di atas merupakan kata pengantar perihal Psikotes, jadi sudah tahu kan pengertian dan tujuan yang dicari oleh perusahaan-perusahaan dari diadakannya Psikotes ini? Bagi teman-teman yang sudah tau dan mungkin “penasaran” dengan model tes nya seperti apa, tenang saya akan share contoh soal yang bisa di download di link di bawah. Setelah mendownload, apakah teman-teman sudah puas? Hehehe saya yakin belum ya, pasti masih ada yang penasaran lagi. Bagi yang penasaran, boleh lah bertanya-tanya pengalaman saya ketika menghadapi tes ini di kolom komentar. Namun saya juga akan membagikan informasi terkait dua hal penting item tes dalam Psikotes ini. Yang pertama adalah Tes Kraepelin atau Tes Koran dan yang kedua adalah Tes Wartegg. Warung Tegal lo ya! Sudah download soalnya kan ya? sudah lihat wujud dari Tes Kraepelin atau Tes Koran kan? Jadi begini, Tes Kraepelin dipergunakan sebagai Tes Bakat, Tes Sikap Kerja, dan Tes Kepribadian untuk menentukan tipe performance seseorang.

Dari hasil perhitungan obyektif, dapat diinterpretasikan empat (4) faktor bakat, yaitu: kecepatan, ketelitian, keajegan dan ketahanan. Menurut Anne Anastasi, Tes Kraepelin merupakan Speed Test. Ciri utama dari speed test adalah tidak adanya waktu yang cukup bagi testi untuk menyelesaikan semua soal. Jadi pada Tes Kraepelin ini, testi memang tidak diharapkan untuk menyelesaikan sepenuhnya semua jalur. Yang dilihat disini adalah bagaimana kecepatan kerja testi dalam menyelesaikan setiap lajur. Kemudian aspek psikologis yang ikut berpengaruh dalam penyelesaian Tes Kraepelin ini bermacam-macam, diantaranya persepsi-visual, koordinasi sensori-motorik, pushing power, ketahanan, learning effect. Tes wartegg atau sering disebut dengan tes melengkapi gambar merupakan salah satu Tes Psikotes/psikometri yang sering diujikan dalam seleksi karyawan atau tenaga kerja baru dalam perusahaan. Dalam Tess wartegg, kalian akan menemukan 8 kotak yang berisi dengan coretan-coretan kecil dengan perintah agar kalian meneruskan coretan tersebut dengan gambar sesuai dengan imajinasi kalian. Selain itu kalian juga akan disuruh memberi nomor urut pada gambar mana yang lebih dahulu dikerjakan, serta memilih gambar mana yang tersuli, termudah, paling disukai, dan yang tidak disukai yang disertai dengan alasan. Untuk lebih jelasnya, berikut ini merupakan contoh tess wartegg. Langsung saja ya, jadi yang perlu teman-teman ketahui tentang tes wartegg ini, jangan sepelekan mengerjakan tess wartegg diatas. Untuk dapat lulus menegrjakan tes diatas, berikut ini beberapa tips yang dapat anda gunakan untuk mengerjakan tess wartegg tersebut.

You Might Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *