Jenis-Jenis Psikotes Kerja Yang Sering Digunakan

Reader’s Response Journal

Psikotes kerja adalah salah satu tahapan umum yang harus Anda lalui ketika melamar kerja. (DOC) Pengertian Psikotes Hampir semua perusahaan melakukan tes psikologi dalam proses perekrutan mereka dengan tujuan untuk mengetahui kemampuan, karakter dan kepribadian para kandidat. Hasil dari tes ini sedikit banyak akan menjadi bahan pertimbangan utama perusahaan dalam menerima atau menolak kandidat. Setiap perusahaan melakukan tes psikologi kerja dengan cara yang berbeda-beda, sesuai dengan kebutuhan dan standar mereka. Secara umum, ada beberapa tes psikotes kerja yang sering dilakukan, berikut beberapa jenis di antaranya. Tes Intelegent Quotient (IQ) terdiri dari pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan angka dan bahasa. Jenis tes ini bertujuan untuk mengukur kemampuan seseorang dalam menggunakan angka, ejaan, tata bahasa dan juga kemampuan berkomunikasi. Tes wartegg akan meminta Anda untuk menggambar kelanjutan beberapa pola yang disediakan secara bebas, yaitu pola titik, garis melengkung, garis lurur berjejer, kotak hitam kecil, dua garis tegak lurus, dua garis tak beraturan, titik-titik melingkar dan garis lengkung.

Anda diminta untuk menggambar sesuai dengan pola yang benar. Misalnya saja garis lengkung dengan benda hidup dan garis lurus dengan benda mati. Anda akan diminta untuk menggambar manusia atau pohon. Personality test bertujuan untuk menunjukkan seperti apa kepribadian dan cara Anda bekerja. Hasil dari tes psikologi kerja yang satu ini dapat menentukan kemampuan seseorang dalam beradaptasi, bekerja tim dan bekerja individu. Tes koran atau tes pauli menuntut Anda untuk menjumlahkan setiap dua angka (dari angka 1-9) dalam suatu kolom mulai dari kolom ujung kiri sampai ujung kolom kanan dengan waktu tertentu pada setiap dua angkanya. Hasil tes koran yang dinilai baik adalah penjumlahan angka yang benar dan konsisten pada setiap kolomnya. Berbeda dengan sebelumnya, tes ini dilakukan untuk mengukur kemampuan logika Anda terhadap sebuah permasalahan. Tes psikologi analog verbal biasanya terdiri dari kata-kata antonim, sinonim ataupun analog suatu kata. Jenis tes ini berfungsi untuk mengukur kemampuan analisis dan pemahaman Anda mengenai pola dan kecenderungan sesuatu. Anda diminta melakukan prediksi dan mengisi kelanjutan pola yang diberikan misalnya dengan mengurutkan atau mengelompokkannya. Edwards Personal Preference Schedule atau EPPS adalah tes psikologi kerja lainnya yang akan menunjukkan kepribadian Anda. Orang yang mengikuti tes ini diminta untuk memilih salah satu dari dua opsi yang paling sesuai dengan diri mereka. KaryaONE adalah Software HR dan Payroll System Indonesia yang membantu menyederhanakan proses administrasi SDM, sehingga Anda bisa lebih fokus pada bisnis Anda. Solusi yang kami berikan meliputi pengelolaan absensi, cuti, izin, lembur, penggajian, dan talent management. KaryaONE terjangkau bagi semua kalangan pelaku bisnis, mulai dari UKM, UMKM hingga korporasi. Gunakan KaryaONE sekarang juga, coba gratis 30 Hari atau undang demo.

Pada mulanya tes ini merupakan tes kepribadian. Namun dalam pekembangannya telah berubah menjadi tes bakat, dengan cara merubah tekanan skoring dan interpretasi. Satu hal yang perlu kamu ketahui bahwa alat tes ini akan mengungkap beberapa faktor bakat. Tes kraepelin dimaksudkan untuk mengukur dan menilai maximum performance-kinerja maksimal seseorang. Oleh karenanya tekanan skoring dan interpretasi lebih didasarkan pada hasil test secara obyektif bukan pada arti proyektifnya. Pauli merupakan salah satu bentuk test yang populer, dan banyak sekali digunakan, terutama pada proses penerimaan atau seleksi karyawan. Tes Pauli merupakan test yang dikembangan oleh Richard Pauli pada tahun 1938. Tes Pauli yang merupakan pengembangan dari test Kraeplin yang diciptakan oleh Emil Kraeplin. Test pauli merupakan bentuk battery test, yaitu test yang menggunakan waktu, dan sangat menguras tenaga. Karena peserta tes yang mengerjakan test pauli ini diintruksikan untuk menyelesaikan soal dengan cepat, tepat, dan dikejar oleh waktu. Tes pauli memiliki waktu pengerjaan selama 60 menit, tidak lebih dan tidak kurang.

Tugas dari peserta tes adalah melakukan penjumlahan tiap angka-angka satuan yang tersedia secara berurutan dari atas ke bawah. Hasil penjumlahan hanyalah satuannya saja. Misalnya terdapat jawaban 17, maka hanya angka 7 saja yang ditulis. Setiap 3 menit sekali, peserta atau klien akan diinstruksikan untuk memberikan tanda berupa garis. Test akan dinyatakan selesai ketika waktu 60 menit sudah habis. Tes Pauli banyak menggali hal-hal yang bersifat kepribadian seperti trait dan juga aspek-aspek kinerja seseorang. Hal ini tentu saja diharapkan dapat mempredisikan seseorang dalam bekerja diperusahaan. Oleh karena hal tersebut, tes Pauli sangat sering digunakan oleh perusahaan. Nah, jika kamu sudah mengetahui beberapa alat Tes Psikologi atau Psikotes, Kita akan kembali kepada pertanyaan awal. Yaitu boleh gak siy kamu mencari tahu jawaban atau kisi-kisinya? 6 Tips Agar Lulus Psikotes. Boleh tidaknya dikembalikan kepada masing-masing individu itu sendiri. Akan tetapi hal ini sangat merugikan kamu sendiri dan orang lain. Jika kamu berbuat curang dengan mengetahui jawaban dan kisi-kisi tes tersebut. Kamu akan dirugikan karena ini tidak mengukur dan menilai kamu yang sesungguhnya. Hal ini memang akan membuatmu lebih baik secara penilaian tetapi ini tidak menggambarkan kamu yang sesungguhnya. Hal itu akan membuatmu diterima pada pekerjaan yang belum tentu sesuai dengan minat dan bakatmu. Dimana hal ini akan merugikan kamu sendiri dan perusahaan yang menerimamu. Daripada kamu diterima kerja tetapi tidak bahagia menjalankan pekerjaannya. Lebih baik kamu jujur dan menjadi diri kamu sendiri ketika melakukan proses seleksi kerja. Semoga artikel ini memberikan pengetahuan tentang jenis Tes Psikologi yang sering digunakan dalam seleksi kerja. Bila Anda ada permasalahan 3 jenis Tes Psikologi dalam seleksi kerja yang sering digunakan, dan Anda ingin berbagi cerita.

Di saat kamu akan menghadapi ujian masuk perguruan tinggi, sekolah tertentu atau seleksi pkerjaan ,ujian psikotes/ tes psikologi biasanya akan menjadi salah satu tantangan tersendiri, ada banyak jenis psikotes yang biasanya diujikan. Namun perlu diketahui juga tidak semua kampus, sekolahan ataupun perusahaan menerapkan psikotes dalam merekrut mahasiswa atau karyawannya. Selain itu soal-soal psikotes juga biasanya akan kamu hadapi di saat melamar kerja menjadi karyawan disebuah perusahaan. Seperti misal tes logika penalaran, tes pencocokan gambar, tes logika gambar, aritmatika psikotes, dan masih banyak lagi lainnya yang terkandung di dalam psikotes. Mungkin hampir semua perusahaan menerapkan sistem psikotes pada calon karyawannya. Karena psikotes sendiri berguna untuk menentukan posisi atau jabatan yang layak untuk si calon karyawan itu sendiri, dan pastinya sesuai dengan kriteria yang dicari oleh perusahaan. Maka dari itu psikotes dianggap penting dan sangat perlu diterapkan demi tercapainya target pencarian karyawan baru yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Sebelum kamu tahu apa saja jenis-jenis psikotes, lebih baiknya ketahui dulu sejarah kata psikotes tersebut. Psikotes sendiri berasal dari kata physico yang memiliki arti mental fisik dan test yang artinya ujian atau tes. Jika digabungkan, kata tersebut berarti metode yang digunakan untuk meraih hasil psikologi dari orang yang menghadapi tes tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *