Metode Psikotes Tidak Bersifat Pasti

Pilot Port, Lübeck-Travemünde

Berikut adalah psikotes yang sering digunakan oleh banyak perusahaan multinasional dan BUMN sebagai pengukuran tingkat intelegensi (IST) untuk seleksi rekrutmen kandidat karyawan. Ada 9 (sembilan) sub tes yang harus Anda selesaikan dalam waktu yang telah disediakan. Mari kita lihat apa saja tes tersebut. Soal-soal 01 – 20 terdiri atas kalimat-kalimat. Pada setiap kalimat satu kata hilang dan disediakan 5 (lima) kata pilihan sebagai jawabannya. Pilihlah kata yang tepat yang dapat menyempurnakan kalimat itu ! Seekor kuda mempunyai kesamaan terbanyak dengan seekor ………….. Pada 4 dari 5 kata itu terdapat suatu kesamaan. Carilah satu kata yang tidak memiliki kesamaan dengan keempat kata yang lain. Meja, kursi, lemari, dan tempat tidur adalah perabot rumah, sedangkan “burung” bukanlah perabot rumah yang tidak memiliki kesamaan dengan keempat kata yang lain. Pada duduk, berbaring, berdiri dan berjongkok adalah yang orang berada dalam keadaan tidak bergerak, sedangkan “berjalan” orang berada dalam keadaan bergerak. Antara kata pertama dan kata kedua terdapat suatu hubungan tertentu.

Antara kata ketiga dan salah satu kata di antara kelima kata pilihan, harus pula terdapat hubungan yang sama. Hubungan antara hutan dan pohon adalah bahwa hutan terdiri atas pohon-pohon, maka hubungan antara tembok dan salah satu kata pilihan adalah bahwa tembok terdiri atas batu bata. Oleh karena itu pada kertas jawaban, pilih jawaban A. batu bata. Gelap adalah lawan kata dari terang, maka untuk basah lawan katanya adalah kering. Carilah satu perkataan yang meliputi pengertian kedua kata tadi. Tulislah perkataan itu pada kotak yang telah disediakan. Kata “unggas” dapat meliputi pengertian kedua kata tersebut. Oleh karena itu pada isian yang telah disediakan tulis kata “unggas”. Kata “pakaian” dapat meliputi pengertian kedua kata tersebut. Oleh karena itu pada isian yang telah disediakan tulis kata “pakaian”. Test berikutnya adalah soal-soal hitungan. Sebatang pensil harganya 25 rupiah. Berapakah harga 3 batang ? Cara menjawabnya adalah dengan memilih angka jawaban. Dengan sepeda, Husin dapat menempuh 15 km dalam waktu 1 jam.

Raf, Sea King, Helicopter, Sonar

Berapa km-kah yang dapat ia tempuh dalam waktu 4 jam ? Cara menjawabnya adalah dengan memilih angka jawaban. Pada test berikut akan diberikan deret angka. Setiap deret tersusun menurut suatu pola tertentu dan dapat dilanjutkan menurut pola tersebut. Carilah angka berikutnya untuk setiap deret, dan tulis jawaban saudara pada kotak yang telah disediakan. 2 4 6 8 10 12 14 ? Tulis jawaban pada titik-titik yang disediakan. 9 7 10 8 11 9 12 ? Tulis jawaban pada titik-titik yang disediakan. Pada test berikutnya, setiap soal memperlihatkan sesuatu bentuk tertentu yang terpotong menjadi beberapa bagian. Carilah diantara bentuk-bentuk yang terdapat dalam pilihan (a, b, c, d, e), suatu bentuk yang dapat dibangun dengan cara menyusun potongan-potongan yang terdapat dalam soal. Oleh karena itu, pada kertas jawaban pilih jawaban “B”. Terdapat sebuah kubus dengan tanda yang terlihat pada ketiga sisi nya. Kubus tersebut dapat diputar, dapat digulingkan atau dapat diputar dan digulingkan dalam pikiran saudara. Carilah 1 (satu) dari 5 (lima) pilihan kubus yang memiliki tanda yang sama dengan kubus yang terdapat pada soal. Contoh ini memperlihatkan kubus E dengan kedudukan yang berbeda. Oleh karena itu, pilih jawaban “E”. Anda akan diberikan secarik kertas mengenai kata-kata yang perlu saudara hafalkan dalam waktu 3 menit. Setelah 3 menit, kertas tersebut akan diambil kembali oleh pengawas. Quebec adalah termasuk dalam jenis Kota, sehingga jawaban yang benar adalah Kota. Oleh karena itu pilih jawaban E. Kota. Rambutan adalah termasuk dalam jenis Buah, sehingga jawaban yang benar adalah Buah.

 Psikologi; seringkali berbagai variabel diukur secara tidak langsung misalnya: IQ tidak dapat ditentukan secara langsung tapi diukur melalui perilaku yang menunjukkan kecerdasan. • Mengacu kepada konsep apakah tes bisa dengan tepat mengukur suatu variabel. • Tes disesuaikan dengan kebutuhan untuk menjawab permasalahan yang ada baik individu atau kelompok. Misalnya klien depresi dites dengan BDI (Beck’s Depression Inventory), pasien di RS dites dengan MMPI (Minnesota Multiphasic Personality Inventory). • Sesuai dengan pengalaman, kebiasaan penggunaan dan kecenderungan klinisi. Klinisi yang familiar dengan TAT, Ro atau yang lain, biasanya cenderung menggunakan tes tersebut dalam asesmen yang dilakukannya. • Pertimbangan praktis baik waktu atau ekonomis. Biasanya dilakukan pada proses seleksi atau pada analisis singkat misal screening pada pasien Rumah Sakit atau proses rasionalisasi perusahaan. • Penggunaan Battery Test (terdiri dari sekumpulan tes yang memberikan informasi lebih banyak untuk asesmen). Jenis tes disesuaikan dengan kebutuhan individu. Misal: untuk keperluan klien yang datang dengan keluhan bingung mencari pekerjaan maka tes yang diberikan antara lain: WB, TAT, Ro, HTP, DAP, Baum, Wartegg, RMIB.  Berfungsi sebagai pengecek apabila terdapat salah satu hasil tes yang menyimpang.  Untuk menjaring aspek-aspek yang lebih luas baik kepribadian atau ability individu.

Jadi bukan klasikal atau massal. Orangtua berhak pula menanyakan alat tes yang digunakan dan apa saja aktivitas yang dilakukan. Metode yang lazim digunakan adalah menggambar, bercerita, menyusun gambar, dan menjawab pertanyaan. Bila perlu, tanyakan apakah alat tes tersebut merupakan alat tes yang terstandardisasi. Orangtua juga boleh menanyakan nama tes yang digunakan. Hasil pemeriksaan. Biasanya orangtua akan mendapatkan hasil pemeriksaan atau psikogram. Sebenarnya yang paling penting adalah penjelasan mengenai hasil pemeriksaan tersebut. Lembaga atau psikolog akan memberikan kesempatan bagi orang tua untuk berkonsultasi mengenai hasil tersebut. Orang tua juga tidak perlu khawatir bila anaknya harus mengikuti psikotes. Jangan dibayangkan psikotes seperti proses seleksi penerimaan karyawan. Yakinlah pada kemampuan anak. Tidak perlu latihan. Terkadang orangtua terlalu khawatir pada hasil psikotes. Biarkan anak apa adanya sesuai dengan kemampuannya. Perhatikan jam pemeriksaannya. Apakah waktu tersebut bertepatan dengan jam tidur siangnya atau tidak. Pastikan kondisi anak fit. Jangan biarkan anak tidur terlalu malam. Sebelum berangkat sebaiknya anak sarapan terlebih dulu. Selain itu, anak jangan terlalu lelah dan stres. Ciptakan kondisi senyaman mungkin untuk anak. Tidak perlu mewanti-wanti anak agar menjawab dengan benar. Yang perlu diingatkan, minta anak mengikuti instruksi atau kegiatan yang diberikan oleh psikolog. Jelaskan pada anak. Hindari menggunakan kata ‘tes’ dalam penjelasan Anda. Katakan saja, anak akan diajak bermain dengan psikolog. Gunakan kata-kata yang santai dan mudah dimengerti anak.

You Might Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *