Pengalaman Tes Psikotes Magang Bakti BCA

Parman – Slipi Jakarta. Pertamanya aku nitipin lamaran ke papah sih, kebetulan dia juga salah seorang karyawan BCA di jakarta. Tapi kalo temen2 mau ngelamar ke BCA kirimin aja langsung ke WismaAsia 1 lantai 21 soalnya disitu khusus penyimpanan lamaran calon karyawan2 BCA. Setelah lamaran disimpan aku menunggu dan harap harap cemas menunggu panggilan, panggilan telfon dari BCA itu waktunya ga tentu ada yang sebulan, seminggu, bahkan ada yang berbulan-bulan. Tapi alhamduliilah aku nunggu ga terlalu lama nunggu, jadi masukin tanggal 30 Desember dan dipanggil pihak BCA pada tgl 11 Januari. Aku kira aku ga bakal dipangggil2 sama BCA. BCA itu bank swasta terbesar di asia (katanya sih) hehe,,, kata pihak rekrutment nya aku diundang utk menghadiri tes psikotes frontliner pada tgl 11 januari kira-kira pkl. 9an harus datang ke wisma asia. Nah, tgl 11 aku dateng deh tuh, karna aku belum tau wisma asia aku dianter papah ke wisma asia.. 1 jam sebelum tes psikotes dimulai, disitu aku nunggu bersama papah dan teman2 yang mo tes psikotes juga. Soalnya ada 2 tes psikotes saat itu, ttes PDCK BCA sama tes Frontliner BCA, waktu ngirim lamaran sih aku tulis utk PDCK yaudah aku ikut orang2 yang tes PDCK. Trus kata instrukturnya aku salah masuk kali , soalnya PDCK tuh khusus Pemagang Bakti yang udh 1-2tahun magang di BCA sedangkan aku kan Fresh Graduate. 27 peserta frontliner yang ikut tes, kata instruktur psikotes , tes tahap pertama berakhir pada jam 12 siang (waktu makan siang) dan sistem tes nya sistem gugur jadi dari sekitar27 orang hanya beberapa yg akan di loloskan. Setelah kita melewati tes slanjutnya dan interview langsung sama user, kita dikasih tau untuk menunggu sekitar seminggu-sebulan untuk pengumuman selanjutnya yaitu Medical Chek-up oleh pihak BCA .. Kata mereka kalo di telfon kalian beruntung kalo tdk mungkin bkn rezekiny.

Kali ini Wawa akan membagikan tips mengerjakan soal Psikotest dengan cepat dan benar. Dalam artikel ini akan disertakan contoh Soal Psikotes Beserta Jawaban dan Penjelasannya. Koleksi soal-soal psikotes ini dapat membantu sobat wawa untuk persiapan masuk kerja, masuk sekolah atau kuliah. Latihan Psikotes ini diharapkan bermanfaat untuk menambah jam terbang dan wawasan sobat wawa dalan menghadapi ujian Psikotes. Tentu hal ini sedikit banyak akan menguras pikiran anda untuk berfikir dan meluangkan waktu sejenak guna menghadapi Psikotes. Bagi sobat wawa yang akan menghadapi Psikotes, akan sangat bagus dan membantu jika kita berlatih sebanyak mungkin mengerjakan contoh-contoh soal Psikotes. Dengan sering latihan, akan menjadikan kita terbiasa menghadapi berbagai macam bentuk soal Psikotes. Berikut ini Wawa akan berbagi informasi tentang Kumpulan Contoh Soal Psikotes Beserta Jawaban dan Penjelasannya yang wawa rangkum dari berbagai sumber. Dalam tes wartegg ini kita diminta untuk menggambar sesuatu dari bentuk seperti di bawah. Kotak 2 : menunjukkan fleksibilitas perasaan.

Kotak 3 : mengukur hasrat untuk maju atau ambisi. Kotak 5 : mengukur bagaimana cara bertindak. Kotak 8 : mengenai kehidupan sosial atau hubungan sosial. Untuk garis lengkung sebaiknya Anda menggambar benda hidup dan untuk garis lurus yang kaku sebaiknya Anda menggambar benda mati. Jika Anda menggambar terbalik, misal garis lurus digambar menjadi bunga, hewan, dan sebagainya sebaliknya garis lengkung digambar menjadi mobil, mesin, dan sebagainya, hal ini menandakan “ada sesuatu” dengan jiwa atau kepribadian Anda. Hindari menggambar sesuai urutan gambar, contoh: 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8. (kamu akan dipandang sebagai orang yang kaku atau konservatif). Sebisa mungkin menggambar mulai dari nomor 5 jika kamu seorang laki-laki. Cobalah untuk menggambar benda hidup untuk garis lengkung, dan benda mati untuk garis lurus. Tips ketika menggambar orang, deskripsi atau keterangan dari objek yang digambar harus sejelas mungkin sebab gambar tersebut akan menjadi bahan penilaian terhadap kepribadian peserta tes. Dalam menggambar orang, gambarlah seluruh organ tubuh secara lengkap, dimana kepala, badan, tangan hingga kaki harus tampak pada gambar. Jenis kelamin orang yang dimaksud (laki-laki atau perempuan) Dalam menggambar orang haruslah jelas jenis kelaminnya.

Dengan kata lain, apakah ia seorang laki-laki atau wanita. Itu akan nampak pada aksesori, rambut, dan pakaian yang dikenakannya. Sebagai contoh, jika menggambar seorang laki-laki tunjukkanlah rambutnya yang pendek, memakai celana panjang atau sikap berdirinya yang tegap. Sedangkan jika menggambar seorang wanita tunjukkanlah rambutnya yang panjang, menggunakan aksesori seperti gelang, anting-anting, kalung atau gambarlah sikap berdirinya yang feminim. Usia harus sesuai dengan objek yang digambar (muda, dewasa, atau orang tua) Dapat terlihat dari gambar raut wajahnya. Dari raut wajah itulah, orang lain dapat memahami objek yang digambar. Dalam tes ini, tidak dinilai bagus tidaknya gambar, melainkan kejelasan dan kedetailan gambar yang dimaksud. Tujuan dari tes ini adalah untuk menilai karakter dan kepribadian seseorang dari sosok gambar pohon yang diberikan. Untuk detailnya simak Soal Psikotes Beserta Jawaban dan Penjelasannya di bawah. Pohon dianggap dapat memberikan keteduhan bagi makhluk hidup di sekitarnya. Dengan sifat tersebut, tes menggambar pohon digunakan untuk mengukur ego, emosionalitas, kepekaan, sikap, dan adaptasi. Penilaian yang dilakukan bukan bagus atau tidaknya gambar yang dihasilkan, melainkan besar atau kecilnya gambar, goresan pensil yang tegas atau tidak, atau patah-patah, letak gambar di kanan-kiri, atas-bawah, atau di tengah.

Kesan umum gambar yang dihasilkan Kesan umum gambar yang dihasilkan dinilai menurut ukuran gambar, lokasi/posisi, kualitas garis, dan penyelesaian. 1. Kesan umum diperoleh dengan melihat kesan keseluruhan gambar, apakah gambar pohon tersebut digambar dengan mantap, sempurna dan cepat, kabur atau samar memudar, sketsa, dan menggunakan pola atau garis dasar (skema) dengan garis yang terputus atau ditekan. Ukuran gambar diperoleh dengan melihat apakah ukuran gambar tersebut digambar dengan besar dan dominan, sedang, atau kecil. Lokasi gambar dinilai dengan melihat apakah posisi gambar cenderung di bagian kiri kertas, cenderung di bagian kanan kertas, cenderung di bagian bawah kertas, cenderung di bagian atas kertas, atau cenderung di bagian tengah (centrum) kertas. Persiapkan alat tulis yang diperlukan untuk administrasi tes. Perhatikan dengan seksama perintah soal dengan jelas. Gambarlah pohon dengan detail dan rinci setiap bagiannya seperti tangkai, bentuk daun, kerapatan daun, buah, akar, maupun alur pohon. Meski waktu yang diberikan amat terbatas, peserta tes perlu menyelesaikan tes dengan tenang dan cermat.

Jika Anda menyukai informasi ini dan Anda ingin menerima lebih banyak informasi tentang Latihan Soal Psikotes Online i mohon Anda untuk mengunjungi situs web kami.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *