Psikotes Kerja Dan Tips Mengerjakannya Supaya Lolos

Tes psikotes menjadi salah satu cara perusahaan untuk menjaring calon karyawannya. Pasalnya, merekrut seorang pekerja gak cuma didasarkan kemampuan dan pengalamannya saja, tetapi juga kepribadiannya. Bayangkan saja, kalau seorang kandidat memiliki kecerdasan intelektual, tapi kecerdasan emosionalnya tidak ada, perusahaan juga bakal males mempekerjakan mereka. Untuk mencari yang benar-benar cocok, perusahaan harus menyesuaikan kepribadian kandidat dengan bisnis perusahaan. Tentunya demi menjalin hubungan kerja yang saling menguntungkan dan berkelanjutan. Setiap perusahaan pasti menginginkan memiliki pegawai yang sesuai dengan segala proses bisnis mereka. Saat mereka perlu memproduksi banyak produk, karyawan yang pekerja keraslah yang dibutuhkan, atau ketika bisnis tersebut terlalu dipenuhi dengan banyak tekanan, mereka membutuhkan seorang karyawan yang kebal dan berinovasi tinggi untuk menghadapinya. Lantas, bagaimana cara mencari kandidat yang paling sesuai? Salah satu langkah pertama adalah dengan psikotes. Tes psikologis ini adalah sebuah rangkaian pertanyaan yang berhubungan dengan kondisi psikis seseorang. Sebagai peserta yang mengikuti tes pun akan dipaksa menggunakan pikiran dan mentalnya menghadapi setiap soal yang mungkin bisa menguras emosi.

Pelajari Trik Hadapi 10 Bentuk Psikotes Ini, Seleksi Kerja …

https://www.hipwee.com › sukses › pelajari-trik-hadapi-10-bentuk-psikotes…

Tes psikologi atau lebih sering disebut tes psikotes sering digunakan dalam tahap seleksi perekrutan karyawan di banyak perusahan. Berbeda dengan tes …

Sky, The Airplane, Flat, The Aircraft

Dari sini peserta juga bisa menunjukkan sifat dan watak asli mereka. Biasanya, tidak ada kata salah dan benar di tes psikologi ini. Masing-masing orang memiliki interpretasinya masing-masing dalam mengerjakan soal. Karena itu, hasil antara yang satu dengan yang lainnya mungkin saja berbeda secara drastis. Tinggal si pencari pekerja dalam hal ini perusahaan lah yang memilah mana kandidat yang memiliki kepribadian paling sesuai dengan bisnis perusahaan. Perusahaan tidak akan sembarangan merekrut karyawannya, kalau asal-asalan, khawatirnya justru bisa merusak bisnis perusahaan. Untuk itu, tes kepribadian secara mendalam perlu dilakukan salah satunya dengan psikotes. Secara umum, tes psikologi ini bertujuan untuk menilai kemampuan, mental, pencapaian, kepribadian dan juga fungsi neurologis seseorang kandidat. Hasil tes tersebut kemudian dijadikan sebagai rujukan untuk membuat keputusan perekrutan. Baca juga: Wajib Tahu! Tapi gak cuma buat kandidat pekerja saja, biasanya perusahaan juga menggelar tes psikologi bagi karyawannya. Karena pengujian psikologis secara berkala penting untuk keberlangsungan bisnis. Salah satu tujuan utamanya untuk mengevaluasi kinerja karyawannya guna kepentingan penarikan keputusan, misalnya kenaikan gaji, atau kenaikan pangkat.

Untuk kasus tes psikologi bagi karyawan yang sudah bekerja, biasanya perusahaan mengundang jasa psikolog eksternal perusahaan. Hal ini dilakukan demi menjaga independensi hasil dan transparansi ujian. Psikotes ini diibaratkan seperti membedah kepribadian kita dan mengetahui bagaimana cara kita dalam menghadapi suatu situasi dan keluar dari masalah. Sebenarnya setiap orang bisa menilai diri mereka masing-masing, tanpa perlu melihat hasil psikotes kita juga sudah tahu seperti apa sifat-sifat kita. Tapi, dengan tes psikologi ini kalian bisa membedahnya dengan lebih dalam lagi, dan dari sudut pandang orang lain. Manfaatnya bagi calon karyawan, sudah jelas untuk mengetahui apakah kepribadian kita selama ini cocok dengan budaya-budaya perusahaan. Kalau hasil tesnya dikasih tahu, kamu jadi bisa mengetahui tentang ukuran kemampuan emosional dan intelegensia diri sendiri yang selama ini gak pernah kamu sadari. Sayang, biasanya tes psikologi gak pernah dikasih tahu hasilnya. Paling kita cuma dapat pengumuman lulus atau tidaknya. Sementara untuk perusahaan sudah pasti sangat bermanfaat dalam perkembangan bisnis. Mereka bisa mendapatkan karyawan yang sesuai dengan proses dan tujuan bisnis yang ingin dicapai.

Seperti dikutip dari Chron, ada satu lagi manfaat yang didapat oleh perusahaan dari tes psikologi, yaitu terhindar dari risiko dituntut, maksudnya? Jadi perusahaan-perusahaan di luar negeri, termasuk di Indonesia gak bisa serta merta memecat karyawannya begitu saja, karena sudah ada undang-undang ketenagakerjaan yang melindungi hak-hak para pekerja dari risiko pemecatan. Tapi, pemecatan bisa dilakukan asalkan ada alasan yang jelas, nah di luar negeri sana alasan psikologi biasa dijadikan tameng perusahaan untuk memecat karyawan dengan tujuan terhindar dari tuntutan undang-undang itu. Berdasarkan beberapa sumber, sebenarnya ada banyak jenis tes psikologi yang sering diberikan dalam proses perekrutan karyawan perusahaan. Namun, hanya beberapa jenis psikotes saja yang paling sering muncul, seperti misalnya logika aritmatika, wartegg, analogi verbal, draw a man (DAM), EPPS, Kraeplin/Pauli. Sesuai namanya, tes psikologi ini akan menguji kemampuan analisamu. Umumnya terdiri dari deret angka yang memiliki pola, kemudian kamu diminta untuk mengisi angka yang kosong disesuaikan dengan pola. Bukan Warung Tegal ya! Ini adalah jenis psikotes yang ditemukan oleh Ehrig Wartegg.

Dalam soal ini, kamu bakal diberikan 8 kotak kosong yang memuat beragam pola abstrak. Tugasmu adalah berimajinasi untuk melengkapi pola itu menjadi gambar yang sempurna. Kemudian kamu diminta untuk memberikan nomor di setiap kotak itu, misalnya urutkan dari gambar yang paling mudah. Mungkin lebih tepatnya dengan soal korelasi makna. Kamu akan dihadapkan dengan beberapa kata-kata, lalu logikamu akan diuji dengan mencari analogi antonim atau sinonim kata tersebut. Saat tes ini, kamu bakal dikasih selembar kertas putih kosong yang harus kamu coret-coret. Tapi bukan sembarang coretan, karena kamu ditugaskan untuk menggambar seorang manusia. Setelah itu, kamu bisa menuliskan deskripsi orang tersebut sesuka hatimu. EPPS merupakan kependekan dari Edwards Personal Preference Schedule. Biasanya format tes ini berupa pertanyaan dengan dua jawaban, dan kamu diminta untuk menjawabnya dengan jujur sesuai dengan kepribadianmu. Soal di EPPS juga sering diulang-ulang beberapa kali, jadi kalau jawabanmu berubah-ubah kepribadianmu dan kepercayaan dirimu bisa dipertanyakan. Para pencari kerja mungkin lebih kenal tes ini dengan sebutan tes koran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *