Selamat, Anda Gagal Dalam Psikotes!

Aircraft, Double Decker, Pilot, Aviation

Beberapa tahun yang lalu sebelum menjadi konsultan di bidang rekrutmen, saya tidak terlalu peduli kalau ada rekan yang berkeluh-kesah ketika sedang menjalani proses rekrutmen di sebuah perusahaan. Namun kini setelah saya berkecimpung di bidang rekrutmen dan mencoba mengingat-ingat kembali, ternyata kebanyakan rekan-rekan yang berkeluh kesah kala itu memiliki sebuah kesamaan, mereka rata-rata berharap dalam proses rekrutmen tersebut tidak ada tahapan psikotes yang mesti dilalui. Psikotes, psikotest, psychometric test, psychological assessment, atau dengan istilah apapun orang menyebutnya, harus diakui seakan-akan menjadi sebuah momok yang menakutkan dalam sebuah proses rekrutmen. Banyak orang yang merasa bahwa kesempatan untuk bekerja di perusahaan idaman menjadi sirna ketika harus menjalani psikotes dan akhirnya gagal dalam tahapan tersebut. Kalau mengacu pada pemahaman secara bebas, sebetulnya psikotes dimaksudkan untuk mencari orang dengan karakteristik tertentu yang dirasa tepat untuk mengisi sebuah posisi di perusahaan dan kemudian orang tersebut diharapkan sanggup menjalankan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya dengan hasil terbaik. Nah, kalau dibaca sekali lagi dari paragraf diatas, ada dua hal yang harus diperhatikan.

Ini Contoh Soal dan Tips Menjawab Soal Psikotest Biar Lulus …

https://www.cermati.com › Artikel dan Tips › Karir

29 Apr 2019 –

Nh-90, Marine, Helicopter, Military, Fly

Pertama adalah menyangkut soal karakter. Kedua adalah menyangkut soal kinerja. Dua hal ini saling berkaitan karena dari sononya setiap orang memang memiliki karakter kepribadian yang berbeda dan membuatnya memiliki preferensi pekerjaan dan lingkungan kerja yang berbeda-beda pula. Bayangkan kalau saya dulu diterima di jurusan akuntansi padahal saya bukanlah orang yang detail oriented, bisa-bisa saya lulus setelah menempuh kuliah sepuluh tahun dan setelah itu tidak akan pernah bisa bekerja sebagai akuntan karena selalu gagal dalam psikotes. Tapi kalau boleh saya membesarkan hati anda yang merasa selalu gagal dalam psikotes, sebetulnya tidak ada istilah gagal psikotes atau tidak lulus psikotes. Sebaliknya anda justru harus bersyukur kalau selama ini anda selalu gagal dalam psikotes, karena itu memberikan indikasi yang cukup jelas kalau selama ini anda ternyata sedang mengejar karir ke arah yang keliru. Mungkin yang terbaik untuk anda memang bukan berkarir di bidang itu. Jadi tidak ada gunanya juga anda ngebet ingin menjadi profesional di bidang human resources kalau anda adalah orang yang terlalu kaku, sulit bergaul dan lebih suka bekerja sendiri. Sampai kapan pun anda akan selalu failed di psikotes untuk dapat diproses lebih lanjut untuk posisi HR. Jadi setiap kali menghadapi psikotes, santai saja.

Tidak perlu membuang uang untuk membeli buku-buku psikotes yang terbit di pasaran. Itu mungkin akan membantu anda untuk menjawab soal-soal psikotes, tapi itu tidak akan membantu anda untuk menemukan pekerjaan yang paling sesuai dengan karakter anda yang memang unik dan berbeda dengan orang lain. Sekali lagi saya berikan penekanan, setiap orang adalah individu unik dan berbeda dengan orang lain. Kalau anda masih tetap berkeras ingin bisa lolos dalam tahapan psikotes, saya hanya bisa menyarankan satu hal: cari dulu bidang pekerjaan yang memang betul-betul sesuai dengan karakter anda. Kalau anda sudah menemukan bidang pekerjaan tersebut, percayalah ketika anda melamar ke satu perusahaan untuk pekerjaan yang sesuai dengan karakter anda, psikotes macam apapun bisa anda lalui dengan mudah dan dengan hasil yang memuaskan semua pihak. Sebagai langkah awal sebelum berkonsultasi dengan psikolog profesional, anda bisa membaca ebook yang saya tulis beberapa waktu yang lalu. Dibalik kesederhanaan proses asesmen yang dibahas dalam buku tersebut, sebetulnya itu sudah cukup untuk memberikan gambaran mengenai diri, karakter dan preferensi anda di dunia kerja, termasuk didalamnya bidang pekerjaan atau profesi apa yang kiranya cocok untuk anda. Semoga bisa membantu untuk membuka wawasan kita semua mengenai psikotes, khususnya dalam dunia kerja. Artikel ini saya tulis di bulan April 2009 dan sampai hari ini, atau setelah lebih dari 8 tahun, rata-rata masih dibaca sekitar 1500 kali setiap bulannya dengan komen yang juga terus berdatangan. Artinya memang banyak yang menganggap psikotes ini sebagai momok yang menakutkan dalam proses rekrutmen.

Anda paling bahagia jika dikelilingi kebahagiaan (orang-orang disekitar anda bahagia). Anda cinta pada keluarga dan teman-teman, dan itu adalah kebahagaiaan terbesar anda. Anda paling bahagia jika meluangkan waktu untuk bersenang-senang. Yang diukur dalam tes ini adalah kemampuan analisa anda dalam memahami pola-pola/kecenderungan tertentu. Biasanya berupa deret angka, serta itung2an sederhana. 1,3,2,4,3,5, …, … Seri berikutnya adalah ? Pak amin beli baju 25ribu, diskon 25% untuk setiap pembelian kedua, dan tidak berlaku kelipatannya.. Pak Amin beli 3 baju, berapa total uang yg ia keluarkan.. Bentuknya macam2. Ada soal pilihan ganda, sejenis teka teki silang, atau isian singkat. Tujuannya cm ingin ngetest kemampuan2 dasar, mungkin untuk menilai orang ini gaul apa autis.. Biasanya di test2 CPNS pasti keluar, bahkan di bagian perbankan, ada test pengetahuan perbankan (kata temen). Undang2 yang lagi hangat dibicarakan saat ini adalah tentang nikah …. Terdiri dari banyak kata dlm bentuk sinonim/antonim/analog kata. Yang diukur dalam tes ini adalah kemampuan logika Anda terhadap sebuah kondisi, untuk melihat sejauh mana Anda memahami sebab-akibat suatu permasalahan. Ada shortcut nya kalo buat ngelatih test ini, sering2 aja baca bagian test verbal. 2, perbendaharaan katanya sama dari masa ke masa..

Mana yg salah diantara kata berikut : Busway, Bis, Angkot, Taksi, Truk? Selain angka, rasanya deret gambar selalu muncul baik dalam 2D maupun 3D. Ada yg dibolak balik, direfleksikan, ada juga persoalan seperti kubus berikut. Yang ingin diukur dalam tes ini adalah kemapuan anda dalam memahami pola-pola/ kecenderungan tertentu dari gambar. Biasanya berkaitan dengan daya abstraksi dalam memecahkan masalah. Keseluruhan tahap I biasanya yg jadi outputan adalah besar IQ Anda.. Misal perusahaan membutuhkan IQ minimal 110, maka yg keterima ke tahap berikutnya ya yg IQ-nya 110 ke atas. Tes inteligensi; Yang terdiri dari 9 subtes yang didasarkan pada anggapan bahwa struktur inteligensi tertentu cocok dengan pekerjaan atau profesi tertentu. Cara ngerjain nya udah pada tau kan? Tinggal menjumlahkan 2 angka yg berdekatan lalu menuliskan hasilnya di sebelah kanan atau kiri. Untuk hasil puluhan, yg ditulis hanya satuannya saja. Kalo Pauli isi mulai dari ujung kiri, dari atas ke bawah. Jumlah angka lebih banyak, bolak balik. Instruksinya hanya menjumlah dari atas ke bawah, sampai terdengar bunyi “GARIS” lalu dilanjutin lagi. Berbeda dengan Kraeplien, dimulai sama2 dari ujung kiri, cuma dari bawah ke atas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *